10 Risiko Remaja Hamil yang Berbahaya bagi Ibu & Janin!

Kemungkinan remaja hamil dengan umur dibawah 20 tahun begitu beresiko sebabkan banyak problem pada calon ibu yg masih remaja serta janin. Problem ini mungkin berlangsung pada badan atau fisik serta psikis. Dengan kemungkinan yg lumayan besar ini, remaja diperintah untuk tunda kehamilan dulu biar usianya cukup. Demikian berumur 20 tahun, kehamilan dapat diupayakan.

Efek Kehamilan Remaja yg Beresiko!
Ada pelbagai argumen yg memicu mengapa wanita hamil yg belum terlampau cukup usia begitu terdapat resiko serta pada akhirnya melaksanakan persalinan. Beriku efek kehamilan remaja yg pantas dicermati:

1. Keguguran
Wanita memang alami puber waktu usianya masuk 11 atau 12 tahun. Organ dalam tubuhnya sulit mulai kerja sama seperti harusnya. Ovarium membuahkan sel telur serta rahim udah membuahkan endometrium yg selanjutnya luruh jadi darah menstruasi. Siklus yg berulangkali ini berarti wanita udah dewasa.

Walau organ reproduksinya udah mulai berjalan dengan lancar, kematangannya terus berjalan sejalan dengan berjalannya waktu. Kalau kematangan ini tak jadi perhatian serta wanita hamil di umur yg masih tergolong muda, kemungkinan remaja hamil peluang berlangsung keguguran cukuplah tinggi.

2. Kelahiran prematur serta cacat bawaan
Seperti yg awal kalinya diterangkan, kemungkinan remaja hamil dapat memicu persalinan dengan cara prematur. Bayi dengan umur 7 atau 8 bulan yg belum siap dilahirkan harus selekasnya keluar dari rahim lantaran wanita tak kuat membendungnya. Dinding rahim tidak juga kuat dengan berat bayi yg besar.

Bayi yg lahir prematur akan juga alami berat yg terlampau rendah. Situasi ini bikin bayi yg dilahirkan riskan sekali tak tumbuh prima sampai alami kematian. Beberapa wanita yg sudah sempat memakai obat khusus untuk menggugurkan kandungan umumnya punyai bayi dengan situasi cacat bawaan yg kritis.

3. Problem pada vagina
Waktu melahirkan, bayi akan keluar dari rahim ke serviks sampai pada akhirnya keluar lewat lubang vagina. Situasi ini memicu cedera di vagina jadi terlampau besar. Ruang perineum akan alami cedera yg lumayan besar hingga jahitan yg di alami besar serta dapat turunkan estetik dari vagina.

Tidak hanya problem pada ruang vulva, efek kehamilan remaja yaitu kehancuran di ruang serviks serta sekelilingnya memicu problem yg besar. Wanita dengan umur di atas 20 tahun mungkin saja akan alami cedera robek di vagina. Tetapi, peranan organnya udah optimal hingga peluang pengobatan tambah besar.

4. Perdarahan serta anemia
Efek kehamilan remaja umumnya alami problem anemia yg cukup kritis. Terbaginya darah ibu dengan bayi serta kepentingan zat besi yg besar dapat memicu wanita alami lemas terlampau besar. Bahkan juga, beberapa masalah dapat memicu semaput.

Tidak hanya anemia yg memicu rasa lemas terlampau besar. Pada waktu melaksanakan persalinan, wanita akan juga alami perdarahan. Kontraksi dari rahim yg belum prima riskan sebabkan perdarahan parah serta berbuntut pada kematian dari ibu yg melaksanakan persalinan.

5. Stres
Remaja yg sukses melaksanakan persalinan bukan sekedar akan alami cacat atau cedera pada vagina saja. Kemungkinan remaja hamil akan juga alami stres yg cukup parah. Stres ini tampak pasca-persalinan berbentuk baby blues atau problem yang lain.

Dengan cara fisik, remaja mungkin dapat melahirkan secara baik. Tetapi, dengan cara mental tak semua remaja udah siap jadi ibu. Hamil yg tampak karena sex pranikah bisa pula jadi yang memicu stres ini.

6. Tekanan darah tinggi
Punyai tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan dapat begitu beresiko untuk ibu serta janin. Sewaktu Anda alami tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan, ini dikenal juga jadi hipertensi gestasional.

Type efek kehamilan remaja pada ibu serta janin akan bergantung di tingkat keparahan situasinya serta bisa sekitar dari yg gampang hingga sampai yg kritis. Situasi ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal remaja yg tengah hamil dan organ-organ penting yang lain.

Situasi ini pun memicu kelahiran prematur serta berat lahir rendah pada bayi. Dalam masalah yg paling serius, tekanan darah tinggi dsaat kehamilan bisa memicu preeklampsia – memicu situasi yg mengintimidasi jiwa untuk ibu serta janin.

7. Penyakit menyerang seksual (PMS)
Sewaktu remaja alami banyak hormon yg naik-turun, dia ada pada umur dimana mereka melakukan percobaan dengan seksualitas.

Kalau remaja melakukan hubungan seks seusai hamil, ia mungkin terdapat resiko tinggi terserang beberapa penyakit menyerang seksual (PMS) yang lain. PMS dapat begitu beresiko untuk kesehatan remaja yg hamil serta untuk kesehatan janin.

8. Gizi tidak baik
Lantaran remaja masihlah dalam bagian kemajuan, tubuhnya akan perlu banyak nutrisi untuk berkembang. Kalau remaja hamil, ia akan perlu semakin banyak makanan bergizi yg mestinya ia perlukan untuk perkembangan serta perubahannya, lantaran bayi dalam kandungan akan tergantung pada konsumsi nutrisi ibu.

Sesaat beberapa remaja mungkin mengatur berat berat (diet) yg dibutuhkan supaya bisa kenakan pakaian yg cukup sepanjang kehamilan, tetapi ini beresiko untuk kepentingan nutrisi ibu serta janin.

Banyak remaja sangat sadar terkait berat badannya serta seringkali alami problem makan. Kalau alami problem makan, dia terdapat resiko alami anoreksia atau bulimia, itu dapat begitu beresiko untuk kesehatan ibu serta janin.

9. Perawatan kehamilan yg tak benar
Dalam biasanya masalah, yang memicu kehamilan pada remaja mungkin tak memahami langkah paling baik untuk memakai perlindungan waktu melakukan hubungan seks. Oleh karena itu, ia mungkin tak selamanya meyakini apa ia hamil atau mungkin tidak, khususnya lantaran ia mungkin masih bingung pada sinyal serta tanda-tanda hamil.

Perawatan prenatal begitu penting untuk kesehatan ibu serta bayinya, namun kalau remaja tak mengetahuinya, peluang dia akan membiarkan tes, obat-obatan serta vaksinasi yg penting utnuk ibu serta janin. Serta efek kehamilan remaja bisa memicu problem kesehatan pada calon ibu serta janin.

10. Berat lahir rendah
Kemungkinan remaja hamil condong melahirkan bayi dengan berat lahir rendah – adalah bayi dengan berat kurang dari 5,5 kg. Satu analisis April 2007 yg diedarkan dalam International Journal of Epidemiology, mendapatkan kalau ibu yg berumur 10 sampai 19 tahun punyai peluang 14 % tambah tinggi punyai bayi dengan berat tubuh lahir rendah dibanding dengan ibu yg berumur 20 sampai 24 tahun.

Bayi yg lahir dengan berat tubuh rendah terdapat resiko tambah tinggi untuk beberapa problem yang bisa merubah jantung, paru-paru, serta otak ibu serta janin.

Mengingat problem atau kemungkinan remaja hamil cukuplah tinggi, lebih baiknya untuk menghambat yang memicu kehamilan pada remaja, pernikahan awal atau mungkin tidak melaksanakan sex pranikah yg tak aman serta terdapat resiko ya, Rekan Sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *